Pertentangan sosial dan integrasi masyarakat.

 

Perbedaan Kepentingan dan Integrasi Masyarakat.

    


    Perbedaan kepentingan adalah suatu hal yang dimiliki atau yang timbul dalam diri manusia itu sendiri, hal tersebut dapat menjadi ciri khas dari seseorang. Contohnya ada anak yang bisa belajar bila sambil mendengarkan musik, ada juga yang dapat belajar hanya dalam ruangan sunyi.

Pembahasan

Sosiologi merupakan suatu ilmu pengetahuan yang memiliki objek kajian berupa masyarakat dan memiliki fokus pembahasan berupa kehidupan sosial dan gejala - gejala sosial yang terjadi disekitar lingkungan masyarakat. Suatu ilmu sosiologi memiliki ciri - ciri diantaranya :

  • Kumulatif, teori sosiologi kita ketahui kini merupakan hasil pengembangan dari teori sosiologi yang sudah ada sebelumnya.
  • Bersifat non etis, suatu ilmu sosiologi berusaha untuk mengungkap suatu fakta terhadap fenomena sosial yang terjadi disekitar lingkungan masyarakat.
  • Empiris, suatu ilmu sosiologi dapat bermula dari hasil suatu penelitian atau observasi.
  • Teoritis, suatu ilmu sosiologi merupakan suatu ilmu pengetahuan yang bersifat abstrak yang disusun berdasarkan hasil pengamatan empiris.

Adapun sifat dan hakikat suatu ilmu sosiologi antara lain :

  • Sosiologi merupakan suatu ilmu pengetahuan.
  • Sosiologi merupakan suatu ilmu sosial.
  • Sosiologi merupakan suatu ilmu yang bersifat abstrak.
  • Sosiologi merupakan suatu ilmu yang rasional.
  • Sosiologi merupakan suatu ilmu yang murni.
  • Sosiologi merupakan suatu ilmu yang katagoris.
  • Sosiologi merupakan suatu ilmu pengetahuan yang dapat menghasilkan suatu pengertian - pengertian baru.

2. Prasangka, Diskriminasi, dan Ethnosentrisme

a. Pengertian Prasangka

Prasangka (prejudice) diaratikan suatu anggapan terhadap sesuatu dari seseorang bahwa sesuatu itu buruk dengan tanpa kritik terlebih dahulu. Baha arab menyebutnya “sukhudzon”. Orang, secara serta merta tanpa timbabang-timbang lagi bahwa sesuatu itu buruk. Dan disisi lain bahasa arab “khusudzon” yaitu anggapan baik terhadap sesuatu.


b. Pengertian Diskriminasi

Diskriminasi merujuk kepada pelayanan yang tidak adil terhadap individu tertentu, di mana layanan ini dibuat berdasarkan karakteristik yang diwakili oleh individu tersebut. Diskriminasi merupakan suatu kejadian yang biasa dijumpai dalam masyarakat manusia,


Ini disebabkan karena kecenderungan manusia untuk membeda-bedakan yang lain. Ketika seseorang diperlakukan secara tidak adil karena karakteristik suku, antargolongan, kelamin, ras, agama dan kepercayaan, aliranpolitik, kondisi fisik atau karateristik lain yang diduga merupakan dasar dari tindakan diskriminasi.

Diskriminasi dibagi menjadi 2 yaitu:

1. Diskriminasi langsung, terjadi saat hukum, peraturan atau kebijakan jelas-jelas menyebutkan karakteristik tertentu, seperti jenis kelamin, ras, dan sebagainya, dan menghambat adanya peluang yang sama.

2. Diskriminasi tidak langsung, terjadi saat peraturan yang bersifat netral menjadi diskriminatif saat diterapkan di lapangan


c. Pengertian Etnosentrisme

Etnosentrisme adalah sikap yang menggunakan pandangan dan cara hidup dari sudut pandangnya sebagai tolok ukur untuk menilai kelompok lain. Apabila tidak dikelola dengan baik, perbedaan budaya dan adat istiadat antarkelompok masyarakat tersebut akan menimbulkan konflik sosial akibat adanya sikap etnosentrisme. Sikap tersebut timbul karena adanya anggapan suatu kelompok masyarakat bahwa mereka memiliki pandangan hidup dan sistem nilai yang berbeda dengan kelompok masyarakat lainnya.


Etnosentrisme akan terus marak apabila pemiliknya tidak mampu melihat human encounter sebagai peluang untuk saling belajar dan meningkatkan kecerdasan, yang selanjutnya bermuara pada prestasi. Sebaliknya, kelompok etnis yang mampu menggunakan perjumpaan mereka dengan kelompok-kelompok lain dengan sebaik-baiknya, di mana pun tempat terjadinya, justru akan makin meninggalkan etnosentrisme. Kelompok semacam itu mampu berprestasi dan menatap masa depan dengan cerah.


3. Pertentangan sosial ketegangan dalam masyarakat

Pertentangan dan ketegangan dalam bermasyarakat


Konflik mengandung pengertian tingkah laku yang lebih luas daripada yang biasa dibayangkan orang dengan mengartikannya sebagai pertentangan yang kasar atau perang. Dalam hal ini terdapat tiga elemen dasar yang merupakan ciri dari situasi konflik, yaitu :

1. terdapat dua atau lebih unit-unit atau bagian yang terlibat dalam konflik.

2. Unit-unit tersebut mempunyai perbedaan-perbedaan yang tajam dalam kebutuhan, tujuan, masalah, sikap, maupun gagasan-gagasan.

3. Terdapatnya interaksi di antara bagian-bagian yang mempunyai perbedaan-perbedaan tersebut.


Adapun cara-cara pemecahan konflik tersebut adalah :

1. Elimination yaitu pengunduran diri salah satu pihak yang telibat dalam konflik yang diungkapkan dengan : kami mengalah, kami mendongkol, kami keluar, kami membentuk kelompok kami sendiri.

2. Subjugation atau domination, artinya orang atau pihak yang mempunyai kekuatan terbesar dapat memaksa orang atau pihak lain untuk mentaatinya.

3. Mjority Rule artinya suara terbanyak yang ditentukan dengan voting akan menentukan keputusan, tanpa mempertimbangkan argumentasi.


4. Golongan-Golongan Yang Berbeda Dan Integrasi Sosial

a. Masyarakat Majemuk dan Nation Indonesia

Masyarakat Indonesia digolongkan sebagai masyarakat sebagai masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku bangsa dan golongan social yang dipersatukan oleh kekuatan nasional yang berwujud Negara Indonesia. Untuk lebih jelasnya dikemukakan aspek dari kemasyarakatan tersebut:

1. Suku bangsa dan kebudayaan

2. Agama

3. Bahasa

4. Nasion Indonesia


b. Integrasi

Masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia setelah merdeka adalah integrasi diantara masyarakat yang majemuk. Integrasi bukan peleburan. Tetapi keserasian persatuan.

Variable-variabel yang dapat menjadi penghambat dalam integrasi adalah:

1. Klaim/tuntutan penguasaan atas wilayah-wilayah yang dianggap sebagai miliknya.

2. Isu asli tidak asli, berkaitan dengan perbedaan kehidupan ekonomi antara warga Negara Indonesia asli dengan keturunan (Tionghoa, Arab).

3. Agama, sentiment agama dapat digerakkan untuk mempertajam perbedaan kesukuan.


c. Integrasi Sosial

Dapat diartikan adanya kerja sama dari seluruh anggota masyarakat mulai dari individu, keluarga, lembaga masyarakat secara keseluruhan. Integrasi masyarakat akan terwujud apabila mampu mengendalikan prasangka yang ada dimasyarakat sehingga tidak terjadi konflik, dominasi, tidak banyak sistem yang saling melengkapi dan tumbuh integrasi tanpa paksaan.


5. Integrasi Nasional

Integrasi Nasional adalah penyatuan bagian-bagian yang berbeda dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang lebih utuh atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu bangsa. Selain itu dapat pula diartikan bahwa integrasi bangsa merupakan kemampuan pemerintah yang semakin meningkat untuk menerapkan kekuasaannya di seluruh wilayah (Mahfud MD, 1993: 71).


  • Integrasi tidak sama dengan pembauran atau asimilasi.

  • Integrasi diartikan integrasi kebudayaan, integrasi sosial, dan pluralisme sosial.

  • Pembauran dapat berarti asimilasi dan amalganasi.

  • Integrasi kebudayaan berarti penyesuaian antar dua atau lebih kebudayaan mengenai berapa unsur kebudayaan (cultural traits) mereka, yang berbeda atau bertentangan, agar dapat dibentuk menjadi suatu sistem kebudayaan yang selaras (harmonis).

  • Melalui difusi (penyebaran), di mana-mana unsur kebudayaan baru diserap ke dalam suatu kebudayaan yang berada dalam keadaan konflik dengan unsur kebudayaan tradisional tertentu.

SUMBER:https://brainly.co.id/tugas/6255184

http://ilmusosialdasar-lintang.blogspot.com/2012/10/prasangka-diskriminasi-dan-etnosentrisme.html

https://andasiallagan92.wordpress.com/2014/01/17/pertentangan-sosial-dan-integrasi-masyarakat-ilmu-pengetahuan-teknologi-dan-kemiskinan-serta-agama-dan-masyarakat/

https://furkanny.files.wordpress.com/2011/11/pptngs.jpg?w=584

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pemuda Dan Sosialisasi.