Masyarakat pedesaan dan perkotaan.
Masyarakat Pedesaan Dan Perkotaan.
1.Masyarakat Perkotaan, Aspek-Aspek Positif dan Negatif
A. Pengertian Masyarakat
Masyarakat adalah sekelompok manusia yang terjalin erat karena sistem tertentu, tradisi tertentu, konvensi dan hukum tertentu yang sama, serta mengarah pada kehidupan kolektif. Sistem dalam masyarakat saling berhubungan antara satu manusia dengan manusia lainnya yang membentuk suatu kesatuan. Masyarakat berfungsi sebagai khalifah dimuka bumi.
B. Syarat - syarat menjadi masyarakat Menurut Marion Levy bahwa ada empat kriteria yang harus dipenuhi agar sebuah kelompok dapat disebut sebagai masyarakat, yaitu:
Kemampuan bertahan yang melebihi masa hidup seorang anggotanya.
Perekrutan seluruh atau sebagian anggotanya melalui reproduksi atau kelahiran.
Adanya sistem tindakan utama yang bersifat swasembada
Kesetiaan pada suatu sistem tindakan utama secara bersama-sama.
Sedangkan menurut Soerjono Soekanto unsur-unsur pembentuk masyarakat adalah sebagai berikut:
Beranggotakan dua orang atau lebih.
Anggotanya sadar sebagai satu kesatuan.
Berhubungan dengan jangka waktu yang cukup lama yang menghasilkan manusia baru yang berkomunikasi, dan membuat aturan-aturan yang mengatur hubungan antar anggota masyarakat.
Menjadi sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta keterkaitan antar anggota masyarkat.
Menurut Soerjono Soekanto, ciri-ciri masyarakat yaitu:
Hidup secara berkelompok.
Melahirkan kebudayaan.
Mengalami perubahan.
Adanya interaksi
Adanya seorang pemimpin.
Memiliki stratifikasi sosial.
Melihat definisi-definisi masyarakat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa masyarakat harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut :
Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak, bukan pengumpulan binatang
Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama disuat daerah tertentu.
Adanya aturan-aturan atau undang-undang yang mengatur mereka.
C. Pengertian Masyrakat Kota
Pengertian Masyarakat Kota Seperti halnya desa, kota juga mempunyai pengertian yang bermacam-macam seperti pendapat beberapa ahli berikut ini.
Wirth Kota adalah suatu pemilihan yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.
Max Weber Kota menurutnya, apabila penghuni setempatnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya dipasar lokal.
Masyarakat warga yang pertama adalah keluarga, lalu menjadi komunitas warga, meningkat menjadi masyarakat politik dan berujung pada terbentuknya institusi formal negara. Masyarakat warga ditandai dengan adanya tiga unsur: komunitas politik, pemerintahan dan hukum. Isi dari masyarakat warga adalah ketaatan pada hukum, persetujuan hidup bersama, kesetaraan dan penyelenggaraan pemerintahan. Masyarakat warga seperti roda putar hamster (hamster wheel) di mana individu terlibat dalam sirkuit tak berujung mengejar kekayaan dan penghargaan yang lebih tinggi dan lebih tinggi lagi
Sedangkan masyarakat barbar merujuk pada kehidupan yang selalu disandarkan pada hukum rimba, pada naluri-naluri alami manusia yang saling beradu satu sama lain. D.Tipe Masyarakat Masyarakat terbagi menjadi dua golongan utama, yakni penguasa atau pengeksploitasi dan yang dikuasai atau yang dieksploitasi. Golongan penguasa dilukiskan oleh al-Qur’an sebagai golongan “mustakbirin” (orang-orang yang sombong). Sedangkan golongan yang dikuasai dilukiskan al-Qur’an sebagai golongan :mustadh’afin (yang tertindas). E. Ciri dari masyarakat perkotaan 1. Memiliki hubungan sosial yang memiliki sifat patembayan atau gesselschaft. 2. Mempunyai sinergi keruangan. 3. Kekuatan dari keagamaan yang tidak terlalu kuat. 4. Sifat individualisme. 5. Pemikiran lebih rasional. 6. Gaya hidup lebih mewah. 7. Memiliki pendidikan yang relatif tinggi. 8. Tidak memiliki ikatan yang baik dengan kebudayaan dan adat istiadat. 9. Gaya hidup lebih modern. 10. Terpengaruh dari budaya asing. F. Perbedaan antara desa dan kota Dalam masyarakat modern, sering dibedakan antara masyarakat pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community). Perbedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat modern, betapa pun kecilnya suatu desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota. Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan. Kita dapat membedakan antara masyarakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda, bahkan kadang-kadang dikatakan "berlawanan". Warga suatu masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam ketimbang hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Sistem kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan, menjelaskan ciri-ciri relasi sosial yang ada di desa itu, adalah pertama-tama, hubungan kekerabatan. Sistem kekerabatan dan kelompok kekerabatan masih memegang peranan penting. Penduduk masyarakat pedesaan pada umumnya hidup dari pertanian, walaupun terlihat adanya tukang kayu, tukang genteng dan bata, tukang membuat gula, akan tetapi inti pekerjaan penduduk adalah pertanian. Pekerjaan-pekerjaan di samping pertanian, hanya merupakan pekerjaan sambilan saja. Golongan orang-orang tua pada masyarakat pedesaan umumnya memegang peranan penting. Orang akan selalu meminta nasihat kepada mereka apabila ada kesulitan-kesulitan yang dihadapi. menyatakan bahwa di daerah pedesaan kekuasaan-kekuasaan pada umumnya terpusat pada individu seorang kiyai, ajengan, lurah dan sebagainya. Ada beberapa ciri yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan kota. Dengan melihat perbedaan perbedaan yang ada mudah mudahan akan dapat mengurangi kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut sebagi masyarakat pedeasaan atau masyarakat perkotaan. Ciri ciri tersebut antara lain :
jumlah dan kepadatan penduduk
lingkungan hidup
mata pencaharian
corak kehidupan sosial
stratifiksi sosial
mobilitas sosial
pola interaksi sosial
solidaritas sosial
kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional.
2. Hubungan Desa dan Kota
Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat termasuk di dalamnya kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah langsung dibawah Camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Kota adalah suatu perwujudan yang di timbulkan oel unsur- unsur fisiografis, sosiografis, ekonomis, politis dan budaya yang ada pada tempat tertentu serta pengaruh timbal baliknya terhadap daerah lain, menutur R. Bintarto, secara geografis kota merupakan suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang di tandai dengan pendapatan penduduk yang tinggi dengan serata kehidupan yang heterogen serta bercorak matrealistis. Sehingga kota dapat diartikan sebagai bentang budaya yang ditimbulkan oleh unsur- unsur alami non alami dengan gejala- gejala pemutusatan penduduk yang cukup besar dan corak kehidupan serba heterogen serta matrealistis dari pada daerah yang lebih terbelakang. Masyarakat pedesaan dan perkotaan adalah dua komunitas yang saling membutuhkan. Di antara keduanya terdapat hubungan yang erat dan bersifat ketergantungan karena keduanya saling membutuhkan satu sama lain. Masyarakat kota bergantung pada masyarakat desa dalam memenuhi kebutuhannya akan bahan - bahan pangan seperti beras, sayur- mayur, daging dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga pekerja kasar bagi jenis - jenis pekerjaan tertentu yang dibutuhkan untuk bekerja di kota. Mereka ini biasanya adalah pekerja - pekerja musiman. Pada saat musim tanam, mereka sibuk bekerja di sawah dan selagi menunggu masa panen, mereka mencari pekerjaan lain untuk mencari tambahan penghasilan.
Sebaliknya, masyarakat kota menghasilkan barang-barang yang diperlukan juga oleh masyarakat yang berada di desa seperti pakaian, alat elektronik, obat-obatan, dan lain sebagainya. Di kota juga tersedia tenaga kerja yang siap melayani dalam bidang jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat desa, misalnya saja tenaga - tenaga di bidang medis atau kesehatan, permesinan, elektronika dan alat transportasi. Serta tenaga yang mampu memberikan bimbingan dalam upaya peningkatan hasil budi daya pertanian, peternakan ataupun perikanan darat. 3. Aspek Positif dan Negatif Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan A. Aspek Positif dan Negatif
Masyarakat Perkotaan
Dampak Positif
Perkotaan dapat memberikan pekerjaan bagi tenaga kerja kasar dari desa yg bekerja di proyek pembangunan gedung dikota.
Perkotaan dapat memenuhi kebutuhan penduduk dengan fasilitas seperti wahana rekreasi, mall, dan hiburan lainnya.
Tersedianya pembangkit tenaga listrik buat penerangn dan kebutuhan lainya.
Fasilitas pendidikan dan perguruan tinggi yang bagus-bagus dan sudah terakreditasi.
Tersedia lapangan kerja.
Perkotaan juga devisa buat negara.
Dampak Negatif
Terjadinya transmigrasi besar-besaran oleh orang desa ke kota yg menyebabkan kepadatan penduduk.
Sehingga adanya pembangunan liar rumah-rumah dan pengangguran karena sedikitnya orang desar yg diterima bekerja.
Tingkat kriminalitas tinggi karena banyaknya pengangguran dan mereka terpaksa untuk melakukan kejahatan untuk memenuhi kebutuhan.
Pembangunan dipedesaan menjadi terlambat karena orang-orang desa pada kekota untuk mencari pekerjaan.
Masyarakat Pedesaan
Dampak Positif
Masih terjaga nya etika dan moral masyarakat warga.
Kehidupan yang lebih damai karna kecilnya tindakan kerimnal mereka hidup dengan sederhana.
Lebih menjunjung tinggi nilai kekeluargaan.
Menjaga dan mempertahankan aspek budaya dalam sistem berkomunikasi.
Dampak Negatif
Cari berfikir masih primitif karna mereka kurang nya wawasan ilmu, dan juga masih percaya dengan hal-hal mistis.
Jauh dari informasi kemajuan zaman, karna kurang nya sarana dan prasarana.
Konflik ( Pertengkaran) : Ramalan orang kota bahwa masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang tenang dan harmonis itu memang tidak sesuai dengan kenyataan sebab yang benar dalam masyarakat pedesaan adalah penuh masalah dan banyak ketegangan.
Kontraversi (pertentangan) yang disebabkan oleh perubahan konsep-konsep kebudayaan (adat-istiadat), psikologi atau dalam hubungannya dengan guna-guna (black magic).
B. Unsur Lingkungan Perkotaan Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola-pola kehidupan sosial, ekonomi, kebudayaan dan politik. Kesemuanya akan tercermin dalam komponen-komponen yang membentuk stuktur kota tersebut. Menurut Koes Hadinoto (1970) Secara umum lingkungan perkotaan setidaknya mengandung 5 unsur yang meliputi : 1. Wisma Wisma merupakan rumah tinggal untuk masyarakat di perkotaan. Wisma dipergunakan sebagai tempat berlindung terhadap alam dan cuaca, serta untuk melangsungkan kegiatan-kegiatan sosial dalam keluarga. Unsur wisma dalam suatu kawasan dapat memiliki peran sebagai berikut:
Dapat mengembangkan daerah perumahan penduduk yang sesuai dengan pertambahan kebutuhan penduduk untuk masa mendatang
Memperbaiki keadaan lingkungan perumahan yang telah ada agar dapat mencapai standar mutu kehidupan yang layak, dan memberikan nilai-nilai lingkungan yang aman dan menyenangkan.
2. Karya Unsur karya dalam suatu perkotaan dapat mencakup ruang atau bangunan dimana bangunan tersebut memeiliki fungsi-fungsi sebagai lahan pekerjaan bagi masyarakat, contohnya: Kantor pemerintahan, Kantor swasta, Kantor pelayanan, Perdagangan, dll. 3. Marga Marga merupakan ruang perkotaan yang berfungsi untuk menyelenggarakan hubungan antara suatu tempat dengan tempat lainnya di dalam kota, serta hubungan antara kota itu dengan kota lain atau daerah lainnya. Dengan kata lain unsur ini merupakan bagian lalu lintas atau sirkulasi yang terdapat pada suatu wilayah perkotaan. Unsur marga dalam perkotaan dapat mencakup antara lain jalan utama, gang, dan pedestrian/trotoar. 4. Suka Suka merupakan bagian dari ruang perkotaan untuk memenuhi kebutuhan penduduk akan fasilitas hiburan, rekreasi, pertamanan, kebudayaan dan kesenian. Unsur ini merupakan aspek penting yang akan mempengaruhi kualitas hidup masyarakat khususnya masyarakat perkotaan seperti kualitas kesehatan dan psikologis. Unsur suka dalam perkotaan dapat berupa alun alun, lapangan, taman bermain, ruang terbuka hijau, art center, dll. 5. Penyempurna Unsur Penyempurna memiliki sifat menyempurnakan atau meningkatkan kualitas hidup masyarakat perkotaan yang menjadi cakupannya. Unsur penyempurna pada perkotaan merupakan suatu unsur yang memiliki peran sebagai sarana sarana pelengkap pada perkotaan yang akan membuat kawasan tersebut memiliki kualitas lebih baik, secara umum unsur penyempurna perkotaan dapat berupa fasilitas pendidikan dan kesehatan, fasiltias keagamaan, perkuburan kota dan jaringan utilitas kota. C. Fungsi Eksternal Kota
Pusat interaksi dan wadah kegiatan sosial budaya bagi penduduk lebih luas.
Pusat dan wadah legiatan ekonomi ekspor sehingga mempengaruhi manajemen transaksi industri antara lain produksi barang, produksi jasa, koleksi dan distribusi untuk wilayah luas.
Sebagai simpul komunikasi yang lebih lengkap dan cepat dengan jangkauan yang lebih wilayah luas.
Sebagai satuan fisik infrastruktural terkait dengan jaringan wilayah luas.
Pusat politik dan administrasi pemerintahan untuk kepentingan tingkat wilayah lebih atas.
4. Masyarakat Pedesaan
A. Pengertian Desa Pengertian desa menurut etimologi, berasal dari bahasa Sansekerta yakni “dhesi” yang berarti tanah kelahiran. Oleh karena itulah, makna desa bagi setiap orang sangatlah penting dan bukanlah sesuatu yang berarti buruk. Istilah ini sudah ada sejak abad ke 11 ketika Nusantara masih terbagi menjadi beberapa kerajaan. Sedangkan dalam kamus Bahasa Indonesia, kata desa berarti sekelompok rumah di luar kota yang merupakan kesatuan, kampung atau dusun. Kata desa ini menjadi negatif ketika diartikan sebagai udik atau dusun yang sebenarnya mengartikan pada sebuah tempat dan bukan sifat. B. Ciri - Ciri Desa Ada tiga ciri desa yang bisa membedakannya dari kota. Berikut tiga ciri dan penjelasannya: 1. Desa dan masyarakatnya sangat dekat dengan alam. Kegiatan mereka sangat bergantung pada iklim dan cuaca. 2. Penduduk desa merupakan satu unit kerja dan unit sosial. Dengan jumlah yang tak besar, mayoritas penduduknya bekerja di sektor pertanian. 3. Ikatan kekeluargaan penduduk desa lebih kuat dengan penduduk lain. C. Ciri - Ciri Masyarakat Pedesaaan Berikut ciri-ciri masyarakat desa : 1. Pekerjaan bersifat homogen atau sama. Masyarakat desa lebih banyak lebih banyak bergantung pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. 2. Masyarakat berukuran kecil. Jumlah penduduknya tidak sebanyak di kota. Pertumbuhannya juga tidak masif. Ini dikarenakan penduduk desa harus mempertimbangkan keseimbangan potensi alam. 3. Kepadatan penduduk tergolong rendah. Rasio antara luas wilayah dengan penduduknya kecil. Ini bisa terlihat dari rumah di desa yang masih punya pekarangan dan tidak menempel dengan tetangganya. 4. Lingkungan fisik, biologis, dan sosial budaya masih terjaga dengan baik. 5. Diferensiasi sosial rendah. Tak banyak perbedaan antara warga satu dengan lainnya. Penduduknya punya kesamaan dalam hal pekerjaan, adat istiadat, bahasa, bahkan hubungan kekerabatan. 6. Stratifikasi sosial yang tidak terlalu mencolok. Kelas atau tingkatan sosial masyarakat desa tidak terlalu banyak dan lebar. 7. Mobilitas sosial masyarakat relatif rendah. Pekerjaan dan ikatan masyarakat yang terbatas membuat masyarakat desa tak butuh kerap bepergian. 8. Interaksi sosial masyarakat desa lebih intensif. Komunikasinya juga bersifat personal sehingga antara satu dengan yang lainnya saling mengenal. 9. Solidaritas sosial pada masyarakat pedesaan sangat kuat. Ini karena mereka punya kesamaan ciri, sosial, ekonomi, budaya, dan tujuan hidup. 10. Kontrol sosial masyarakat pedesaan dilakukan lewat norma dan nilai yang berlaku di masyarakat. Ada sanksi sosial bagi masyarakat yang melanggar. 11. Tradisi lokal masyarakat desa masih kuat. Tradisi diturunkan dari generasi ke generasi. D. Macam - Macam Pekerjaan Gotong Royong Sikap Gotong Royong di Masyarakat
Bekerja sama membangun jembatan
Gotong royong dalam kerja bakti membersihkan lingkungan
Gotong royong memperbaiki jalan
Bekerja sama menjaga keamanan dan kerukunan tempat tinggal
Bergotong royong dalam menyelesaikan masalah (muayawarah)
Bekerja sama membersihkan parit
Sikap Gotong Royong di Rumah
Bekerja sama dengan anggota keluarga untuk membagi tugas
Gotong royong membersihkan rumah
Bekerja sama dalam menjaga kerukunan anggota keluarga
Sikap Gotong Royong di Sekolah
Bekerja sama membersihkan kelas
Bekerja sama membersihkan lingkungan sekolah
Gotong royong menanami tanaman hias di taman
Gotong royong membersihkan parit dan tanaman liar di sekitar sekolah
Gotong royong membuat taman
Tujuan Gotong Royong
Mempercepat selesainya pekerjaan
Mempersingkat waktu
Menjalin rasa kebersamaan
Pekerjaan terasa lebih mudah
E. Sifat dan hakikat masyarakat pedesaan Seperti dikemukakan oleh para ahli atau sumber bahwa masyarakat In¬donesia lebih dari 80% tinggal di pedesaan dengan mata pencarian yang bersifat agraris. Masyarakat pedesaan yang agraris biasanya dipandang antara sepintas kilas dinilai oleh orang-orang kota sebagai masyarakat tentang damai, harmonis yaitu masyarakat yang adem ayem, sehingga oleh orang kota dianggap sebagai tempat untuk melepaskan lelah dari segala kesibukan, keramaian dan keruwetan atau kekusutan pikir. Maka tidak jarang orang kota melepaskan segala kelelahan dan kekusutan pikir tersebut pergilah mereka ke luar kota, karena merupakan tempat yang adem ayem, penuh ketenangan. Tetapi sebetulnya ketenangan masyarakat pedesaan itu hanyalah terbawa oleh sifat masyarakat itu yang oleh Ferdinand Tonies diistilahkan dengan masyarakat gemeinschaft (paguyuban). Jadi Paguyuban masyarakat itulah yang menyebabkan orang-orang kota menilai sebagai masyarakat itu tenang harmonis, rukun dan damai dengan julukan masyarakat yang adem ayem.
Tetapi sebenarnya di dalam masyarakat pedesaan kita ini mengenal bermacam-macam gejala, khususnya hal ini merupakan sebab-sebab bahwa di dalam masyarakat pedesaan penuh dengan ketegangan-ketegangan sosial. F. Gejala Masyarakat Pedesaan 1. Konflik ( Pertengkaran) Ramalan orang kota bahwa masyarakat pedesaan adalah masyarakat yang tenang dan harmonis itu memang tidak sesuai dengan kenyataan sebab yang benar dalam masyarakat pedesaan adalah penuh masalah dan banyak ketegangan. Karena setiap hari mereka yang selalu berdekatan dengan orang-orang tetangganya secara terus-menerus dan hal ini menyebabkan kesempatan untuk bertengkar amat banyak sehingga kemungkinan terjadi peristiwa-peristiwa peledakan dari ketegangan amat banyak dan sering terjadi.
Pertengkaran-pertengkaran yang terjadi biasanya berkisar pada masalah sehari-hari rumah tangga dan sering menjalar ke luar rumah tangga. Sedang sumber banyak pertengkaran itu rupa-rupanya berkisar pada masalah kedudukan dan gengsi, perkawinan, dan sebagainya. 2. Kontraversi (pertentangan) Pertentangan ini bisa disebabkan oleh perubahan konsep-konsep kebudayaan (adat-istiadat), psikologi atau dalam hubungannya dengan guna-guna (black magic). Para ahli hukum adat biasanya meninjau masalah kontraversi (pertentangan) ini dari sudut kebiasaan masyarakat. 3.Kompetisi (Persiapan) Sesuai dengan kodratnya masyarakat pedesaan adalah manusia-manusia yang mempunyai sifat-sifat sebagai manusia biasanya yang antara lain mempunyai saingan dengan manifestasi sebagai sifat ini. Oleh karena itu maka wujud persaingan itu bisa positif dan bisa negatif. Positif bila persaingan wujudnya saling meningkatkan usaha untuk meningkatkan prestasi dan produksi atau output (hasil). Sebaliknya yang negatif bila persaingan ini hanya berhenti pada sifat iri, yang tidak mau berusaha sehingga kadang-kadang hanya melancarkan fitnah-fitnah saja, yang hal ini kurang ada manfaatnya sebaliknya menambah ketegangan dalam masyarakat. 4.Kegiatan pada Masyarakat Pedesaan Masyarakat pedesaan mempunyai penilaian yang tinggi terhadap mereka yang dapat bekerja keras tanpa bantuan orang lain. Jadi jelas masyarakat pedesaan bukanlah masyarakat yang senang diam-diam tanpa aktivitas, tanpa adanya suatu kegiatan tetapi kenyataannya adalah sebaliknya. Jadi apabila orang berpendapat bahwa orang desa didorong untuk bekerja lebih keras, maka hal ini tidaklah mendapat sambutan yang sangat dari para ahli. G. Sistem budaya petani Indonesia – Mereka beranggapan bahwa orang bekerja itu untuk hidup. – Mereka menganggap alam itu tidak menakutkan jika terjadi bencana. – Dalam menghadapi alam mereka cukup bekerja sama. H. Unsur-unsur Desa 1. Daerah, dalam arti tanah-tanah dalam hal geografis.
2. Penduduk, adalah hal yang meliputi jumlah pertambahan, kepadatan, persebaran, dan mata pencaharian penduduk desa setempat
3. Tata Kehidupan, dalam hal ini pola pergaulan dan ikatan-ikatan pergaulan antar warga desa. I. Fungsi Desa fungsi desa adalah:
1. desa yang merupakan hinterland atau daerah dukung berfungsi sebagai suatu daerah pemberian bahan makanan pokok.
2. desa ditinjau dari sudut pemberian ekonomi berfungsi sebagai lumbung bahan mentah dan tenaga kerja yang tidak kecil artinya.
3. desa dari segi kegiatan kerja desa dapat merupakan desa agraris, desa manufaktur, desa industri, desa nelayan, dll 5. Perbedaan antara Masyarakat pedesaan dan Masyarakat perkotaan
Pada mulanya masyarakat kota sebelumnya adalah masyarakat pedesaan, dan pada akhirnya masyarakat pedesaan tersebut terbawa sifat-sifat masyarakat perkotaan, dan melupakan kebiasaan sebagai masyarakat pedesaannya.Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat kota adalah bagaimana cara mereka mengambil sikap dan kebiasaan dalam memecahkan suatu permasalahan.
Karakteristik umum masyarakat pedesaan yaitu masyarakat desa selalu memiliki ciri-ciri dalam hidup bermasyarakat, yang biasa nampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat dicontohkan pada kehidupan masyarakat desa di jawa. Namun dengan adanya perubahan sosial dan kebudayaan serta teknologi dan informasi, sebagian karakteristik tersebut sudah tidak berlaku. Berikut ini ciri-ciri karakteristik masyarakat desa, yang terkait dengan etika dan budaya mereka yang bersifat umum.
Sederhana
Mudah curiga
Menjunjung tinggi norma-norma yang berlaku didaerahnya
Mempunyai sifat kekeluargaan
Lugas atau berbicara apa adanya
Tertutup dalam hal keuangan mereka
Perasaan tidak ada percaya diri terhadap masyarakat kota
Menghargai orang lain
Demokratis dan religius
Jika berjanji, akan selalu diingat
Sedangkan cara beadaptasi mereka sangat sederhana, dengan menjunjung tinggi sikap kekeluargaan dan gotong royong antara sesama, serta yang paling menarik adalah sikap sopan santun yang kerap digunakan masyarakat pedesaan.
Berbeda dengan karakteristik masyarakat perkotaan, masyarakat pedesaan lebih mengutamakan kenyamanan bersama dibanding kenyamanan pribadi atau individu. Masyarakat perkotaan sering disebut sebagai urban community. Ada beberapa ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu:
1. kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa. Masyarakat kota hanya melakukan kegiatan keagamaan hanya bertempat di rumah peribadatan seperti di masjid, gereja, dan lainnya. 2. orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung pada orang lain 3. di kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, karena perbedaan politik dan agama dan sebagainya. 4. jalan pikiran rasional yang dianut oleh masyarkat perkotaan. 5. interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan pribadi daripada kepentingan umum.
Hal tersebutlah yang membedakan antara karakteristik masyarakat perkotaan dan pedesaan, oleh karena itu, banyak orang-orang dari perkotaan yang pindah ke pedesaan untuk mencari ketenangan, sedangkan sebaliknya, masyarakat pedesaan pergi dari desa untuk ke kota mencari kehidupan dan pekerjaan yang layak untuk kesejahteraan mereka. Daftar Pustaka https://www.berdesa.com/pengertian-desa-yang-harus-dipahami-warga-pedesaan/https://linggareis88.blogspot.com/2017/01/fungsi-kota-secara-internal-dan.htmlhttps://www.kompas.com/skola/read/2020/01/09/130000569/desa-definisi-dan-unsurnyahttps://mengatur.wordpress.com/2018/03/11/definisi-dan-unsur-unsur-perkotaan/https://taopikhidayat533.wordpress.com/2013/11/12/426/
https://www.gurupendidikan.co.id/pedesaan-dan-perkotaan/https://id.wikipedia.org/wiki/Masyarakathttps://www.kompasiana.com/ochtatutgujes/5518947c81331103699de86c/perbedaan-masyarakat-kota-dan-desahttps://mengatur.wordpress.com/2018/03/11/definisi-dan-unsur-unsur-perkotaan/https://www.kompasiana.com/riansyahnuryumansa/551a05e4a33311ef1db6596e/hubungan-masyarakat-desa-dan-kotahttp://darwis18.blogspot.com/2015/11/masyarakat-perkotaan-aspek-aspek.htmlhttp://retnopuji458.blogspot.com/2015/11/masyarakat-pedesaan-dan-aspek-positif.html
Komentar
Posting Komentar