Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan.
Muhammad Permata Wijayanto (1KA27)
(10120767)
Ilmu pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan.
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi atau yang lebih dikenal dengan akronim IPTEK merupakan suatu sumber dimana seseorang dapat mengelola dan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kehidupannya. Pengembangan ilmu teknologi dan teknologi sendiri dibuat dengan tujuan untuk semakin mempermudah kehidupan manusia.
Pada masa perang dingin kemajuan IPTEK di negara Amerika serikat dan Uni Soviet dipergunakan dalam bidang persenjataan (kapal dan pesawat perang) dan alat untuk mengeksplorasi luar angkasa. Pada masa kini, di era globalisasi teknologi mengalami perkembangan yang pesat terutama pada bidang komunikasi, transportasi, dan informasi. Dapat dilihat dari banyaknya teknologi teknologi baru yang bermunculan silih berganti. Ddengan adanya IPTEK dapat semakin memfasilitasi kegiatan usaha agar lancar dan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat.
Perkembangan IPTEK memang memberikan dampak yang positif di semua bidang. Namun hal ini tidak menutupi adanya penyalahgunaan atas perkembangan teknologi tersebut. Seperti contoh berikut adalah hal-hal terrjadinya penyalahgunaan IPTEK:
- penyebaran informasi yang sangat mudah dan sulitnya melakukan penyaringan terhadap informasi yang buruk. Orang dapat dengan mudah menemukan berbagai macam informasi di internet, seperti konten yang bersifat negatif. Beberapa orang mungkin berpikir bahwa hal itu buruk dan tidak boleh dilakukan namun tetap saja ada orang yang menjadikan hal tersebut sebagai inspirasi lalu meneruskan kepada orang lain.
- Karena alasan ekonomi dapat membuat seseorang rela melakukan tindakan kejahatan demi mendapatkan uang dengan berbagai caranya melalui interneet. Dengan menggunakan media sosial orang melakukan penipuan.
- Keinginan agar pemikiran/ idenya diterima dan diikuti oleh masyarakat sehingga mereka menyebarkan berbagai macam informasi yang tidak benar / hoax untuk mempengaruhi pemikiran orang lain.
Masih banyak lagi penyalahgunaan dalam perkembangan dan penggunaan IPTEK yang terjadi. Dampaknya pun sering muncul seperti terjadi kemerosotan moral di kalangan masyarakat, terutama di kalangan remaja dan pelajar. Dikarenakan bebasnya pengaksesan internet mereka dapat mengakses hal hal yang bersifat negatif. Selain itu munculnya sifat ketergantungan. Hal ini sering terjadi bagi siswa/mahasiswa yang terbiasa untuk mencari jawaban dari tugas yang diberikan di internet. Mereka memiliki pemikiran bahwa semua yang tertulis di internet adalah benar sehingga mereka langsung menyalin semuanya secara mentah mentah tanpa mencoba untuk mengerti.
Hal yang dapat dilakukan oleh generasi muda saat ini agar dapat meminimalisir atau untuk menghentikan dan mencegah penyalahgunaan dalam perkembangan IPTEK adalah dengan selalu mengingat nilai-nilai etis dari Pancasila: seperti takut akan Tuhan berdasarkan agama masing-masing dan menggunkan Iptek tersebut demi kepentingan kemanusiaan. Artinya bahwa Iptek adalah sarana yang justru harus mengangkat derajat manusia bukan menghancurkannya.
Teknologi dalam penerapannya sebagai jalur utama yang dapat menyonsong masa depan, sudah diberi kepercayaan yang mendalam. Dia dapat mempermudah kegiatan manusia, meskipun mempunyai dampak sosial yang muncul sering lebih penting artinya daripada kehebatan teknologi itu. Kita misalkan saja manusia yang bisa memanfaatkan IPTEK maka akan memiliki status pendidikan yang tinggi. Oleh karena itu orang yang berpendidikan tinggi identik dengan status sosial yang tinggi. jika status sosial seseorang tinggi maka tingkat kemakmurannya juga akan tinggi pula. Untuk itulah jika diamati dengan seksama maka terdapat hubungan yang sangat kuat antara IPTEK dengan kesejahteraan masyarakat.
Kesejahteraan masyarakat maka akan meliputi kemakmuran dan kemiskinan. Bilamana masyarakat bisa makmur apabila berhasil mengikuti dan menggunakan perkembangan IPTEK maka masyarakat tersebut termasuk masyarakat yang sejahterah, dan sebaliknya, masyarakat yang tidak dapat mengikuti IPTEK dengan baik maka terjadi kemiskinan.
Kemiskinan sendiri merupakan tema sentral dari perjuangan bangsa, sebagai perjuangan yang akan memperoleh kemerdekaan bangsa dan motivasi fundamental dari cita-cita masyarakat adil dan makmur. Berbicara tentang kemiskinan akan menghadapkan kita pada persoalan lain, seperti persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok, posisi manusia dalam lingkungan sosial dan persoalan yang lebih jauh, bagaimana ilmu pengetahuan (ekonomi) dan teknologi memanfaatkan sumber daya alam untuk mengurangi kemiskinan di tengah masyarakat.
A. Ilmu Pengetahuan
1. Pengertian ilmu pengetahuan
Ilmu pengetahuan adalah sebuah sarana atau definisi tentang alam semesta yang diterjemahkan kedalam bahasa yang bisa dimengerti oleh manusia sebagai usaha untuk mengetahui dan mengingat tentang sesuatu. dalam kata lain dapat kita ketahui definisi arti ilmu yaitu sesuatu yang didapat dari kegiatan membaca dan memahami benda-benda maupun peristiwa, diwaktu kecil kita belajar membaca huruf abjad, lalu berlanjut menelaah kata-kata dan seiring bertambahnya usia secara sadar atau tidak sadar sebenarnya kita terus belajar membaca, hanya saja yang dibaca sudah berkembang bukan hanya dalam bentuk bahasa tulis namun membaca alam semesta seisinya sebagai usaha dalam menemukan kebenaran. Dengan ilmu maka hidup menjadi mudah, karena ilmu juga merupakan alat untuk menjalani kehidupan.
Tujuan ilmu pengetahuan dapat dibedakan menjadi dua macam berdasarkan alirannya, yaitu:
Pengembangan ilmu pengetahuan untuk keperluan ilmu pengetahuan itu sendiri, yaitu sebatas untuk memenuhi rasa keingintahuan manusia.
2. 4 HAL SIKAP YANG ILMIAH
Sikap ilmiah merupakan sikap yang harus ada pada diri seorang ilmuwan atau akademisi ketika menghadapi persoalan-persoalan ilmiah. Sikap ilmiah ini perlu dibiasakan dalam berbagai forum ilmiah, misalnya dalam diskusi, seminar, loka karya, dan penulisan karya ilmiah, yang meliputi empat hal yaitu :
Tidak ada perasaan yang bersifat pamrih sehingga menacapi pengetahuan ilmiah yang obeyktif .
Selektif, artinya mengadakan pemilihan terhadap problema yang dihadapi supaya didukung oleh fakta atau gejala, dan mengadakan pemilihan terhadap hipotesis yang ada
Kepercayaan yang layak terhadap kenyataan yang tak dapat diubah maupun terhadap indera dam budi yang digunakan untuk mencapai ilmu
Merasa pasti bahwa setiap pendapat, teori maupun aksioma terdahulu telah mencapai kepastian, namun masih terbuka untuk dibuktikan kembali.
Adapun sikap-sikap ilmiah beserta contoh dari sikap-sikap tersebut sebagai berikut :
Obyektif terhadap fakta yakni menyatakan segala sesuatu tidak dicampuri oleh perasaan senang atau tidak senang. Contoh: Seorang peneliti menemukan bukti pengukuran volume benda 0,0034 m3, maka ia harus mengatakan juga 0,0034 m3, padahal seharusnya 0,005 m3.
Tidak tergesa-gesa mengambil kesimpulan bila belum cukup data yang mendukung kesimpulan tersebut. Contoh: Ketika seorang ilmuwan menemukan hasil pengamatan suatu burung mempunyai paruh yang panjang maka dia tidak segera mengatakan semua burung paruhnya panjang, sebelum data-datanya cukup kuat mendukung kesimpulan tersebut.
Berhati terbuka artinya bersedia menerima pandangan atau gagasan orang lain, walaupun gagasan tersebut bertentangan dengan penemuannya sendiri.
Tidak mencampuradukkan fakta dengan pendapat atau opini. Contoh: Tinggi batang kacang tanah di pot A pada umur lima (5) hari 2 cm, yang di pot B umur lima hari tingginya 6,5 cm. Orang lain mengatakan tanaman kacang tanah pada pot A terlambat pertumbuhannya, pernyataan orang ini merupakan pendapat bukan fakta.
Bersikap hati-hati dalam bentuk cara kerja yang didasarkan pada sikap penuh pertimbangan, tidak ceroboh, selalu bekerja sesuai prosedur yang telah ditetapkan, termasuk di dalamnya sikap tidak cepat mengambil kesimpulan serta pengambilan kesimpulan dilakukan dengan penuh kehati-hatian berdasarkan fakta-fakta pendukung yang benar-benar akurat
Memiliki sikap ingin menyelidiki atau keingintahuan (couriosity) yang tinggi.
Sikap menghargai karya orang lain dengan tidak akan mengakui dan memandang karya orang lain sebagai karyanya serta menerima kebenaran ilmiah walaupun ditemukan oleh orang atau bangsa lain.
Sikap tekun dalam artian tidak bosan mengadakan penyelidikan, bersedia mengulangi eksprimen yang hasilnya meragukan, tidak akan berhenti melakukan kegiatan-kegiatan apabila belum selesai serta terhadap hal-hal yang ingin diketahuinya ia berusaha bekerja dengan teliti.
B. Teknologi
1. Pengertian Teknologi
Kata teknologi itu sendiri berasal dari kata “technologia ” atau bisa juga berasal dari kata “techno”. Makna dari kedua kata tersebut adalah keahlian dan pengetahuan. Sehingga pengertian dari teknologi pada umumnya adalah sebuah keahlian atau hal-hal yang juga berkaitan dengan pengetahuan. Arti kata teknologi ini hanya terbatas pada benda yang memiliki wujud saja seperti misalnya peralatan/mesin. Berikut ini beberapa pengertian tentang teknologi yang telah diungkapkan oleh para ahli
M. Maryono
Definisi teknologi menurut M Maryono adalah terapan atau perkembangan dari berbagai jenis benda/peralatan yang digunakan manusia, atau bisa juga berupa sistem yang pada akhinya mampu menyelesaikan seluruh persoalan/masalah yang ada.
Jacques Ellil
Definisi teknologi menurut Jacques Ellil adalah metode yang sifatnya menyeluruh dan rasional serta mengarah, yang di dalamnya terdapat ciri efisiensi di segala aktivitas/kegiatan yang dilakukan oleh setiap manusia.
NN
Teknologi diartikan sebagai sebuah entitas baik yang berupa benda ataupun bukan, yang memang diciptakan dengan sengaja melalui segala proses dalam pemikiran dan perlakuan yang fungsinya adalah untuk mencapai sebuah nilai tertentu.` 2. Ciri-ciri Fenomena Teknik pada Masyarakat Teknologi memperlihatkan fenomenanya dalam masyarakat sebagai hal imperasional dan memiliki otonomi merubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis. Fenomena teknik pada masyarakat kini, menurut SASTRAPRATEDJA (1980) memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Rasionalitas, artinya tindakan spontan oleh tehnik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional.
Artifisialitas, artinya selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah.
Otomatisme, artinya dalam hal metode, organisasi, dan dan rumuusan dilaksanakan serba otomatis.
Teknis berkembang pada suatu kebudayaan.
Monisme, artinya semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung.
Universalisme, artinya teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ediologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan.
Otonomi, artinya teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri
3. Ciri-ciri Teknologi Barat
Serba intensif dalam segala hal, seperti modal, organisasi, tenaga kerja dan lain-lain, sehingga lebih akrab dengan kaum elit daripada dengan buruh itu sendiri.
Dalam struktur sosial, teknologi barat bersifat melestarikan sifat kebergantungan.
Kosmologi atau pandangan teknologi Barat adalah: menganggap dirinya sebagai pusat yang lain.
C. Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Nilai
1. Pengertian Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Nilai
Definisi Ilmu Pengetahuan
Kata ilmu sendiri merupakan kata serapan dari bahasa Arab “ilm” yang berarti memahami, mengerti, atau mengetahui. Dalam kaitan penyerapan katanya, ilmu pengetahuan dapat berarti memahami suatu pengetahuan, dan ilmu sosial dapat berarti mengetahui masalah-masalah sosial, dan lain sebagainya. Pengetahuan adalah informasi atau maklumat yang diketahui atau disadari oleh seseorang. Pengetahuan termasuk, tetapi tidak dibatasi pada deskripsi, hipotesis, konsep, teori, prinsip danprosedur yang secara Probabilitas Bayesian adalah benar atau berguna. Dalam pengertian lain, pengetahuan adalah berbagai gejala yang ditemui dan diperoleh manusia melalui pengamatan inderawi. Pengetahuan muncul ketika seseorang menggunakan indera atau akal budinya untuk mengenali benda atau kejadian tertentu yang belum pernah dilihat atau dirasakan sebelumnya. Misalnya ketika seseorang mencicipi masakan yang baru dikenalnya, ia akan mendapatkan pengetahuan tentang bentuk, rasa, dan aroma masakan tersebut. Jadi, Ilmu Pengetahuan adalah pengetahan yang mempunyai ciri, tanda dan syarat tertentu, yaitu: sistematik, rasional, empiris, umum dan kumulatif. Objek Ilmu Pengetahuan 1. Objek materia: seluruh lapangan atau bahan yang dijadikan objek penyelidikan suatu ilmu. 2. Objek forma: objek materia yang disoroti oleh suatu ilmu, sehingga membedakan ilmu satu dengan ilmu lainnya, jika berobjek materia sama. Pada garis besarnya, objek ilmu pengetahuan ialah alam dan manusia. Cabang Ilmu Pengetahuan • Ilmu Peng. Alam • Ilmu Kemasyarakatan • Ilmu Humaniora
Definisi Teknologi
Teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagai aktivitas manusia, teknologi mulai sebelum sains dan teknik.
Teknologi adalah satu ciri yang mendefinisikan hakikat manusia yaitu bagian dari sejarahnya meliputi keseluruhan sejarah. Teknologi, menurut Djoyohadikusumo (1994, 222) berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering).
Dengan kata lain, teknologi mengandung dua dimensi, yaitu science dan engineering yang saling berkaitan satu sama lainnya. Sains mengacu pada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai ciri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energi dalam interaksinya satu terhadap lainnya. Definisi mengenai sains menurut Sardar (1987, 161) adalah sarana pemecahan masalah mendasar dari setiap peradaban. Tanpa sains, lanjut Sardar (1987, 161) suatu peradaban tidak dapat mempertahankan struktur-struktur politik dan sosialnya atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar rakyat dan budayanya.
Definisi Nilai
Nilai adalah sesuatu yang berharga, bermutu, menunjukkan kualitas, dan berguna bagi manusia. Sesuatu itu bernilai berarti sesuatu itu berharga atau berguna bagi kehidupan manusia.
Jika yang dimksud Nilai sosial, adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat. Sebagai contoh, orang menanggap menolong memiliki nilai baik, sedangkan mencuri bernilai buruk. Woods mendefinisikan nilai sosial sebagai petunjuk umum yang telah berlangsung lama, yang mengarahkan tingkah laku dan kepuasan dalam kehidupan sehari-hari. 2. Pengertian Kemiskinan
Kemiskinan lazimnya dilukiskan sebagai kurangnya pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Dikatakan berada di bawah garis kemiskinan apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok seperti pangan, pakaian, tempat berteduh, dan lain-lain. Garis kemiskinan yang menentukan batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa dipengaruhi oleh tiga hal :
Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan
Posisi manusia dalam lingkungan sekitar
Kebutuhan objektif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi Persepsi manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, adat istiadat, dan sistem nilai yang dimiliki.
3. Ciri-ciri orang yang hidup di bawah garis kemiskinan Orang yang hidup dibawah garis kemiskinan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Tidak memiliki faktor-faktor produksi sendiri seperti tanah, modal, ketrampilan. Dll
Tidak memiliki kemungkinan untuk memperoleh asset produksi dengan kekuatan sendiri, seperti untuk memperoleh tanah garapan ataua modal usaha
Tingkat pendidikan mereka rendah, tidak sampai taman SD
Kebanyakan tinggal di desa sebagai pekerja bebas
Banyak yang hidup di kota berusia muda, dan tidak mempunyai ketrampilan
4. Fungsi Kemiskinan
Pertama, kemiskinan menyediakan tenaga kerja untuk pekerjaan-pekerjaan kotor, tak terhormat, berat, berbahaya, namun dibayar murah. Orang miskin dibutuhkan untuk membersihkan got-got yang mampet, membuang sampah, menaiki gedung tinggi, bekerja di pertambangan yang tanahnya mudah runtuh, jaga malam. Bayangkan apa yang terjadi bila orang miskin tidak ada. Sampah bertumpuk, rumah dan pekarangan kotor, pembangunan terbengkalai, Banyak kegiatan ekonomi yang melibatkan pekerjaan kotor dan berbahaya yang memerlukan kehadiran orang miskin.
Kedua, kemiskinan memperpanjang nilai-guna barang atau jasa. Baju bekas yang tak layak pakai dapat dijual (diinfakkan) kepada orang miskin, termasuk buah-buahhan yang hampir busuk, sayuran yang tidak laku, Semuanya menjadi bermanfaat (atau dimanfaatkan) untuk orang-orang miskin.
Ketiga, kemiskinan mensubsidi berbagai kegiatan ekonomi yang menguntungkan orang-orang kaya. Pegawai-pegawai kecil, karena dibayar murah, mengurangi biaya produksi dan akibatnya melipatgandakan keuntungan. Petani tidak boleh menaikkan harga beras mereka untuk mensubsidi orang-orang kota.
Keempat, kemiskinan menyediakan lapangan kerja. Karena ada orang miskin, lahirlah pekerjaan tukang kredit, aktivis-aktivis LSM yang menyalurkan dana dari badan-badan internasional, dan yang pasti berbagai kegiatan yang dikelola oleh departemen sosial. Tidak ada komoditas yang paling laku dijual oleh Negara Dunia Ketiga di pasar internasional selain kemiskinan.
Kelima, memperteguh status sosial orang kaya. Keenam, bermanfaat untuk jadi tumbal pembangunan. Supaya tidak menganggu ketertiban dan keindahan kota, pedagang kakilima bila mengganggu lalulintas ditertibkan (ditangkap, dagangannya diambil, dan kerugiannnya tidak diganti
DAFTAR PUSTAKA
https://nadsepriani97.wordpress.com/2015/01/25/ilmu-pengetahuan-teknologi-dan-kemiskinan/
https://brainly.co.id/tugas/117209
https://paulgurusinga.wordpress.com/2016/01/24/teknologi/#:~:text=Ciri%2Dciri%20Fenomena%20Teknik%20pada%20Masyarakat&text=Artifisialitas%2C%20artinya%20selalu%20membuat%20sesuatu,Teknis%20berkembang%20pada%20suatu%20kebudayaan.https://www.cryptowi.com/pengertian-teknologi/
https://sudiana1526.wordpress.com/2013/01/19/ilmu-pengetahuan-teknologi-dan-nilai-kemiskinan/ https://binus.ac.id/character-building/pancasila/pancasila-dan-pengembanganiptek/#:~:text=Ilmu%20Pengetahuan%20dan%20Teknologi%20atau,untuk%20semakin%20mempermudah%20kehidupan%20manusia.
https://nabillanurfadliana.wordpress.com/2016/01/12/ilmu-pengetahuan-teknologi-dan-kemiskinan/
Komentar
Posting Komentar